Oleh: sijaribu | 8 Oktober 2008

Jangan Mau Jadi Hardworker

Smartworker

Smartworker

Dulu, sukses selalu diidentikkan dengan kerja keras, membanting tulang, memeras peluh. Sounds dramatic, huh? Tak adakah cara lainnya? Hohoho, mestinya sih bisa! Bekerjalah pintar. Be a smart worker.

 

Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja? Punya mobil bagus, rumah sendiri (walaupun mungil) atau membeli barang-barang yang membuat Anda tampil gaya? Apapun itu, yang pasti untuk mencapainya Anda rela bekerja mati-matian. Bahkan sampai lupa waktu, lupa makan, dan akhirnya terperangkap dalam pekerjaan yang lama-lama tidak Anda nikmati lagi.

Namun apakah kerja keras dan pengorbanan Anda sepadan dengan hasil yang didapat? Jika jawabannya tidak, berhentilah menjadi hardworker. Percuma Anda bekerja keras kalau hasilnya tibak sepadan dengan perjuangannya.

Hardworker ><  Efisien
Dulu menjadi hardworker memang salah satu cara terbaik untuk mendapatkan perhatian atasan. Anda bisa mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan (yang biasanya disertai kenaikan gaji) jika menjadi hardworker. Dengan catatan, kerja keras ini memang ada hasilnya dan bukan cuma mencari uang lembur kantor.

Namun, belakangan cara ini tak lagi populer. Apalagi zaman serba hemat seperti saat ini. Menjadi hardworker yang identik dengan berada lebih lama di kantor dianggap tidak lagi efisien dan satu pemborosan. Penambahan jam kerja juga bisa membuat Anda dinilai tak punya manajemen kerja yang baik sehingga tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Kalau begitu keadaannya, sudah waktunya Anda mengubah cara kerja.

Kerja Pintar
Daripada menghabiskan seluruh waktu di kantor tapi malah dipandang negatif, mengapa tidak mencoba lebih efisien dan bekerja lebih smart. Dan untuk menjadi smartworker tidak susah kok. Anda hanya perlu bekerja sambil berfikir dan berprinsip, “bagaimana pekerjaan bisa saya kerjakan lebih cepat dan lebih fleksibel”.

Kalau boleh sedikit membandingkan sebagian besar negara Eropa dan Amerika sudah menerapkan prinsip smartworker ini. Contohnya, Italia yang sudah memberlakukan jam kerja hanya 5 jam sehari. Asyik kan? Selain punya lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, Anda juga punya waktu jika ingin mencari penghasilan tambahan alias side job.

Nah, untuk menjadi smartworker, Anda harus punya strategi kerja. Di antaranya:

1. Anda bisa memulainya dengan mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaan. Kurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian, seperti ngobrol atau bergosip dengan rekan kerja terlalu lama (baik langsung, via telpon, atau sarana chatting), jauhkan katalog dan bahan bacaan pribadi dari wilayah kerja, dan lain sebagainya. Untuk hal-hal seperti itu ada waktunya sendiri setelah jam kerja usai.

2. Hindari menunda pekerjaan dan cobalah mengerjakannya dengan sistem multitasking. Dengan cara ini, Anda bisa mengerjakan dua atau tiga tugas sekaligus sehingga bisa lebih menghemat waktu.

3. Untuk memudahkan, gunakan teknologi secara bijak, misalnya gunakan telepon dan internet seperlunya. Apalagi jika pekerjaan Anda sedang menumpuk. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat selesainya tugas-tugas Anda.

Dengan mengoptimalkan waktu kerja, Anda tak hanya menjadi lebih efisien tapi juga lebih produktif. Bukan mustahil dengan semakin sederhana kehidupan kerja dan semakin sedikit waktu kerja kita, semakin besar penghasilan yang kita peroleh.
 (Idionline/KCM)

sumber: www.keluargasehat.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: