Oleh: sijaribu | 4 Oktober 2008

RENUNGAN KLOSET

ada baiknya,
tak mencatat hidup dalam lembar-lembar
buku harian

suatu masa,
jika membacanya lagi
manis, membuat kita ingin kembali
pahit, membuat duka tak bisa lupa

ada baiknya,
merenung hidup dalam kloset yang sepi

tak perlu malu
mengenang,tersenyum atau menangis

setelah itu,
siram semua
bersiap menerima makanan baru
yang lebih baik dari kemarin.

disadur dari :

rieke diah pitaloka

rieke diah pitaloka

 

renungan kloset, rieke diah pitaloka.

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: