Oleh: sijaribu | 2 Oktober 2008

Rp 120 triliun

Ketua Umum Yayasan JARIBU Haryo U. Kustianto

Ketua Umum Yayasan JARIBU Haryo U. Kustianto

Bicara soal ketertinggalan, Sudjana punya angka yang lebih seram lagi. Tiap tahun tidak kurang dari 400 penduduk Indonesia yang miskin meninggal. Mereka mati bukan karena usia yang sudah tua. Orang-orang yang tidak beruntung itu berpulang ke hadapan Tuhan karena tidak memiliki akses untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.Ketika sakit, misalnya, mereka mesti menempuh jarak 40 km untuk menuju Puskesmas, itu pun harus menyeberangi sungai tanpa jembatan pula.

 

 

 

 

“Padahal anggaran penanggulan kemiskinan yang dialokasikan pemerintah setiap tahun lebih dari Rp 60 triliun. Ditambah dengan zakat orang-orang kaya yang mencapai Rp 60 triliun, seharusnya tidak ada lagi orang miskin di Indonesia. Namun faktanya berbagai ironi tersebut toh tetap terjadi. Penyebabnya adalah karena masih bercampurnya para penyelenggara pemerintahan berhati malaikat dengan para dedemit dan tuyul,” ungkap Sudjana geram.

Pemerintah boleh saja terus mengklaim telah sukses membangun dan menekan angka kemiskinan. Namun korban 21 tewas dan belasan lain yang luka-luka karena terinjak-injak akibat berebut uang zakat Rp 20.000 di Pasuruan Senin pekan ini, sekali lagi mengonfirmasi betapa kemiskinan begitu erat mendekap sebagian besar rakyat Indonesia. Semestinya, dengan dana Rp 120 triliun per tahun, berbagai fakta mengenaskan itu tidak perlu terjadi. Tapi sayangnya, dominasi mental tuyul dan dedemit atas malaikat di birokrasi memaksa kisah tragis selalu terhidang secara telanjang di hadapan publik.

Kendati demikian, Indonesia bukan melulu disesaki cerita tragis dan ironis. Juga ada serenceng kisah sukses yang membanggakan. “Dalam lima tahun terakhir tidak kurang dari 50 medali emas berhasil diraih Indonesia dari berbagai olimpiade fisika, matematika, kimia, dan biologi tingkat dunia. Ini menunjukkan potensi kita sesungguhnya sangat luar biasa,” papar Haryo.

Potensi inilah yang seharusnya kita kembangkan secara optimal. Dengan segala potensi yang ada tadi, seharusnya berbagai keterpurukan tersebut tidak boleh tersandang. Indonesia bisa bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dan maju lainnya.

Menurut insinyur mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) ini,  gizi buruk memang menjadi persoalan mendesak yang harus ditangani. Dua tiga orang yang meninggal karena gizi buruk, bisa menjadi publisitas yang bakal merontokkan wibawa dan kredibilitas penguasa.

Namun di atas semua itu, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk memperoleh perhatian semua pihak. Ia adalah pengembangan potensi sumber daya manusia bangsa ini. Salah satunya adalah masalah pembangunan karakter. Dan semua itu tidak cukup hanya ditambal dengan program indah di tataran konsep, meriah di seremoni, dan mewah di anggaran, tapi miskin komitmen.

“Yang dinilai masyakarat bukanlah indahnya rencana. Rakyat akan melihat seberapa besar hasilnya bagi perbaikan kesejahteraan mereka,” tukas Asmudji.

sumber: www.jaribu.or.id


Responses

  1. Banyak artikel-artikel bagus yang sudah saya baca di blog ini dan banyak informasi yang bisa kita dapatkan juga di sini. Wah untung juga nih ada blog yang punya konsep penyampaian informasi kesehatan dan kemandirian.
    Dari semua artikel yang sudah saya baca di blog ini bisa saya simpulkan bahwa blog ini memang memiliki lebih banyak konten yang terkait dengan kesehatan keluarga dan keseharan pasangan suami istri. Dari konten-konten tersebut saya bisa dapatkan banyak informasi mengenai kesehatan secara menyeluruh.
    Namun di sisi lain kok beberapa artikel masih mengganggu misi blog ini yah, seperti konten-konten yang mengandung kemandirian atau kemiskinan. Kalo menurut saya apakah tidak sebaiknya kalo konten2 di sini lebih mengutamakan kesehatan secara menyeluruh.
    Pak Admin, mohon pencerahan nih dan mudah2 an saran saya bisa diterima oleh Pak Admin.
    Trims Pak Admin


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: