Oleh: sijaribu | 30 September 2008

Pak Syukur dan Bu Sabar

oleh : Syaiful Mustaqim


Di sebuah perkampungan terpencil hiduplah sepasang suami-istri. Adalah Pak Syukur, secara fisik Syukur selain tinggi badannya yang pendek, wajahnya pun kurang begitu tampan. Akan tetapi dia dikarunia dengan Istri yang cantiknya aduhai namanya Bu Sabar.
Saking senangnya Pak Syukur kepada istrinya, setiap sore dia selalu memandangi istrinya yang cantik itu.
Bu Sabar: “Pak, pak. Sekarang sampeyan kok tambah aneh. Setiap sore bapak kok sering memandangi saya terus. Memangnya ada apa?”
Pak Sabar: “Begini bu, saya itu heran. Masa orang sependek dan seburuk saya ini mempunyai seorang istri yang cantik dan cantiknya itu masyAllah.”

Beberapa menit kemudian.

Bu Sabar: “Oalah pak pak. Kalau begitu kita besok akan masuk surga bareng-bareng tho. Bapak masuk surganya karena senantiasa bersyukur dikaruniai istri yang cantik seperti ibu. Sedangkan ibu, masuk surganya, masih bisa sabar meskipun punya suami yang jelek dan pendek seperti bapak.”


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: