Oleh: sijaribu | 30 September 2008

Makanan Pada Bayi

nasi tim kakap

nasi tim kakap

Berbagai perkembangan yang pesat pada bayi terjadi pada usia 4-12 bulan dan salah satunya adalah perkembangan indera perasanya. Mereka mulai merekam aneka rasa makanan pada otaknya dan inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan makanan tambahan untuk  mereka. Apa saja makanan yang sesuai untuk mereka?

·         Susu. ASI atau susu saat anak masih bayi dianggap sebagai makanan dan minuman. Karena kandungan dalam ASI sangat komplit gizinya. Bayi yang hanya diberi ASI pada usia 4-6 bulan tak akan kekurangan gizi.

 

·         Bubur susu. Bubur susu baru diberikan ketika bayi telah berusia 6 bulan keatas. Fungsinya, sebagai makanan pendamping ASI. Karena hanya pendamping yang utama tetap ASI, ketika mendapat makanan tambahan ASI bisa juga digunakan untuk campuran bubur susu.

 

·         Beras, Jagung dan havermut. Bahan makanan ini dapat diberikan pada saat bayi 6 bulan keatas. Sebagai sumber karbohidrat, bahan makanan ini bisa diberikan sebagai alternative makanan pokok.

 

·         Telur. Ketika si kecil berusia 7 bulan, makanan bayi lebih bervariasi, mereka bisa diperkenalkan dengan telur, tetapi sebelum memberikannya, perhatikan dahulu apakah ada reaksi alergi setelah beberapa hari mengkonsumsinya seperti gatal-gatal dan diare.

 

·         Ikan. Sebagai sumber protein, ikan sangat baik untuk anak, selain serat dagingnya halus, kandungan gizinyapun baik. Ikan bisa disajikan sabagai campuran pada aneka makanan bayi. Misalnya dicampurkan pada tim atau sup.

 

·         Daging. Mengingat pencernaan mereka belum optimal, pilih daging yang sedikit mengandung lemak. Jika ingin memberikannya, giling daging menjadi halus, lalu campurkan pada makanan agar mudah dicerna.

 

·         Buah-buahan. Untuk awal, perkenalkan si kecil buah hanya sebatas pada buah pisang, jeruk manis dan pepaya. Jangan lupa seiring bertambahnya umur, tambahkan pula “kamus rasa” mereka. Misalkan, buah alpukat, melon, pear. Sebaiknya jangan memberi mangga, karena serat yang banyak dapat membuat anak cepat diare.

 

·         Tempe dan tahu. Untuk si kecil yang alergi pada sumber protein seperti ikan ataupun ayam, gunakan tahu dan tempe sebagai pengganti sumber protein.

 

·         Sayuran. Pada usia 6 bulan bayi dapat kita kenalkan pada aneka sayuran. Bahan makanan ini cukup dicincang halus. Jika ingin merebus sayuran, sebaiknya dimasak dalam waktu singkat. Air rebusan sayur harus mendidih terlebih dahulu. Agar kandungan viatamin dalam sayuran tidak terbuang bersama air.

 

·         Keju. Anda pun boleh mengenalkan si kecil keju, karena keju kaya kalsium. Beberapa jenis keju seperti cheddar, atau edam cocok dicampur kedalam makanan si kecil.

 

 

sumber: http://www.bayisehat.com 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: