Oleh: sijaribu | 16 September 2008

MENANGGAPI KRITIK

daily siJaribu

daily siJaribu

Baca: 1 Petrus 2:4-12


Supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah. —1 Petrus 2:12


Bacaan Untuk Setahun: Yesaya 40—42, Amsal 27:1-14

 

 

 Abraham Lincoln memahami apa artinya menghadapi kritik. Dia pernah berkata, “Jika saya mencoba untuk membaca, apalagi menjawab, semua serangan yang ditujukan kepada saya, lebih baik toko ini ditutup dan digunakan untuk bisnis lain. Saya melakukan sebaik-baiknya dan dengan semampunya; dan bertekad melakukannya sampai akhir. Jika pada akhirnya saya benar, apa yang dikatakan untuk melawan saya tidak akan berarti apa-apa. Jika ternyata saya salah, sekalipun ada sepuluh malaikat bersumpah menyatakan saya benar, itu pun tidak ada gunanya.”

Lincoln, meskipun menghadapi banyak perlawanan, berhasil meneruskan usahanya untuk menyatukan Amerika Serikat yang terpecah, memenangi Perang Saudara, dan menghapuskan perbudakan di AS. Jika beliau membiarkan para pengkritik itu mengalahkan dirinya, Lincoln tidak akan berhasil mencapai apa yang ternyata dilakukannya itu.

Rasul Petrus memahami betapa berbahayanya kritik yang tidak berdasar. Ia menulis, “Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka” (1 Ptr. 2:12).

Kritik dapat menggerogoti hidup kita sampai ke tahap kelumpuhan emosional, atau kita dapat menetapkan hati untuk melayani Allah dengan setia dengan tidak tergoyahkan oleh kritik itu serta menampilkan citra Allah dalam hidup kita. Ketika melakukan itu, kita tidak perlu menanggapi mereka yang mengkritik kita dengan kata-kata—hidup kita akan mengatakan apa yang perlu diungkapkan. —WEC

Jika kita senantiasa melakukan apa yang benar—
Dan melayani Kristus setiap hari,
Kita tidak perlu takut akan apa yang dipikirkan orang lain
Ataupun apa yang para kritikus katakan. —D. De Haan

Kesaksian yang paling berkuasa adalah hidup yang saleh.

sumber : http://www.rbcintl.org/odb/id-odbtxt.php?lang=id


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: