Oleh: sijaribu | 13 September 2008

rahasia praktis hidup selaras di kehidupan urban

tipSi Jaribu

tipSi Jaribu

 

Sepanjang pengalaman sebagai psikolog, saya berjumpa dengan orang-orang. Dari perjumpaan itu, ada banyak cerita yang ditumpahkan kepada saya. Ada yang berisi keluhan, ada yang berisi impian, ada dambaan, ada yang merupakan buah permenungan.Dan ternyata sebagian besar berkaitan dengan hidup, bagaimana menjalani kehidupan sepenuh-penuhnya dan meraih bahagia.

 

Dari banyak percakapan yang terjadi, dua hal di atas menjadi isu mendasar yang tidak pernah basi untuk diangkat ke permukaan. Sebagian besar dari kita menghayati bahwa hidup ini hanya ada satu kali. Karenanya yang satu kali ini akan ideal sekali jika bisa diisi dengan makna yang kaya, djalani dan dinikmati dengan penuh bahagia. Bicara tentang makan hidup yang kaya, menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya di semua aspek hidup ini sejalan dengan pernyataan 100%. Kata 100% menjadi sebuah tolok ukuran mutlak, bulat, total, penuh yang sepenuh-penuhnya.

Menjalankan hidup secara berkualitas itu manifestasinya dalam hidup keseharian itu apa ya?

Pada dasarnya adalah pada bagaimana kita menata segala sumber daya yang kita punya. Mengapa kita perlu menata sumber daya yang kita punya adalah karena sumber daya ini memiliki keterbatasan. Mengapa? Karena oleh Tuhan kita diberi sumber daya dalam jumlah tertentu. Apa saja sumber daya yang ada pada kita? Diantaranya adalah bakat, kepintaran, ketrampilan, kesabaran, sifat, toleransi, dan lain sebagainya. Selain itu ada sumber daya lain yang juga sangat perlu kita kelola dengan baik, diantaranya adalah waktu, uang, tenaga, relasi kita dengan orang lain, daln lain sebagainya.

Energi, adalah salah satu sumber daya kita yang sifatnya terbatas, dan memiliki batas toleransi. Karena energi bisa rusak, hilang atau habis. Terutama jika pengelolaannya tidak bijaksana. Bagaimanapun harus disadari bahwa energi adalah bahan bakar kehidupan. Kita memang tidak bisa melihat, mencium, atau meraba energi. Tetapi kita bisa merasakannya. Kita bisa mendeteksi ada tidaknya energi dalam diri kita. Tanpa energi yang cukup kita tidak akan mampu menjalani hidup secara 100%.

Kita membutuhkan energi dalam jumlah tertentu untuk mampu berfikir tajam dan jernih, untuk berkonsentrasi. Kita membutuhkan energi untuk punya punya kekuatan dalam bekerja, untuk punya daya tahan tubuh dan stamina yang cukup, serta menjadi bugar. Sehingga kita bisa optimal dalam berkarya. Kita juga membutuhkan energi untuk mampu memelihara stabilitas emosi dan mood kita. DAn semuanya menjadi modal utama kita untuk dapat menjalankan hidup kita secara berkualitas.

Nah untuk mampu , menghimpun energi yang cukup demi membangun hidup yang berkualitas, apa saja yang perlu dikelola? Nomor satu adalah tubuh, fisik. Mengapa? Karena tubuh adalah wadah dari diri kita. Kita tidak mungkin eksis tanpa diri kita, tanpa tubuh kita. tubuh adalah hadiah langsung dari Tuhan ketika Ia memberi kita kehidupan. Itu sebabnya, merawat tubuh dengan sebaik-baiknya merupakan manifestasi dari penghargaan kita terhadap Tuhan dan kehidupan. Yang kedua adalah menata pikiran, hati dan perilaku. Mengapa? Karena pikiran, hati, dan perilaku memberi makna yang lebih bagi keberadaan diri kita. Mana yang duluan? Semuanya saling mempengaruhi satu sama lain dalam waktu yang bersamaan. Bagaimanapun, mind, body dan mood merupakan satu kesatuan, satu paket yang tidak terpisahkan. Mengelola ketiganya secara baik, akan membantu kita dalam menjalankan hidup kita di keseharian secara penuh.

Dalam upaya mengelola hidup dengan baik termasuk didalamnya mengatur waktu secara pas, kapan kita harus terus bekerja dan kapan harus beristirahat. Mengapa? Karena kita harus memahami betapa berharganya energi dalam diri kita, sekaligus betapa ada keterbatasannya. Dengan demikian kita perlu mampu bersikap waspada dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya penurunan level energi kita. Ketika terjadi, apa yang perlu kita lakukan adalah melakukan recharging.

Recharging energy adalah suatu kebutuhan yang perlu disadari. Bagaimana caranya? Dengan beristirahat yang cukup, relaksasi, mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang baik, minum vitamin, berpikir dan hidup secara positif. (Ratih Ibrahim, psikolog)

sumber: heycometomyworld.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: